Page

Wednesday, October 10, 2012

Sikap Menentukan Jawaban

~Sebuah kisah yang ada di buku kumpulan hikmah [saya lupa judul buku dan pengarangnya], kisah ini berisi nasehat, bahwa masyarakatlah yang menilai kita, bagaimana kita bersikap, bertutur kata. Mereka akan menilai....
 
Seorang anak lelaki duduk bersama kakeknya di beranda sebuah rumah pertanian. Mereka mendengar suara deru mobil yang sedang menuruni jalan becek yang jarang dilalui di dekat rumah tersebut. Ketika pengemudi mobil yang berplat nomor merah, melihat mereka di beranda depan, dia berhenti untuk menanyakan arah menuju ke kota terdekat.
Sesudah menerima petunjuk arah dari orang tua itu, si pengemudi kembali ke mobilnya. Ketika baru berjalan beberapa langkah tiba-tiba ia berbalik dan dengan canggung bertanya kepada lelaki tua itu, "katakan tuan, orang macam apakah yang tinggal di sekitar sini?"

Mengapa kamu bertanya demikian?" jawab sang kakek. Setelah mendekat beberapa langkah,orang asing itu berkata,"saya baru saja meninggalkan sebuah kota yang masyarakatnya adalah sekelmpok orang-orang yang sombong. Saya belum pernah bertemu orang-orang yang kurang bersahabat seperti itu dalam hidup saya." orang asing itu melanjutkan,"saya tinggal di kota itu lebih dari setahun dan tidak pernah sekalipun saya merasa sebagai bagian dari masyarakat itu."

"saya kira seperti itu pula keadaan yang akan engkau temui pada masyarkat di sekitar sini,"jawab lelaki tua itu. Orang asing itu mengucapkan selamat tinggal dan berlalu. Cucunya terheran-heran, tetapi tidak mengatakan apa-apa.

Beberapa jam kemudian,mobil lain berhenti di depan rumah pertanian itu di saat keduanya masih duduk di beranda. Pengemudinya seorang wanita, dengan senyum ramah di wajahnya,berjalan cepat mendekati beranda dan menanyakan arah ke kota yang sama. Sesudah mencatat petunjuk dengan teliti, dia pun bertanya,"katakan orang-orang macam apakah yang berada di sekitar sini?" sekali lagi, orang tua itu bertanya, "mengapa kamu bertanya demikian?"

"tahukah anda, saya baru saja dari satu kota kecil yang indah sekali , yang pasti di dambakan setiap orang,"jawab wanita itu sambil tersenyum."masyarakatnya membuat saya merasa seperti berada di rumah sendiri. Tetangga-tetangga sangat baik. Saya merasa sangat senang di sana."

"baik," kata lelaki tua itu,"engkau akan menemukan orang-orang yang sama baiknya di sekitar sini."
Wanita itu masuk ke dalam mobil dan berlalu. Anak lelaki itu berpaling pada kakeknya dengan ekspresi bingung dan bertanya, "kakek, kenapa memberi jawaban yang berbeda kepada 2 orang asing itu untuk pertanyaan yang sama?"

Sambil menepuk-nepuk bahu anak itu sang kakek menjawab, "karena cucuku,sikap orang terhadap suatu masyarakatnya lah yg menentukan bagaimana masyarakat bersikap terhadap mereka. Orang-orang di seluruh dunia sama baiknya."
Masyarakat adalah cermin yang memantulkan sikap kita pada mereka."
:)

Saturday, October 6, 2012

Album SMA






















Pilihan

Pict source from here

Hidup selalu menawarkan pilihan
Tersenyum atau marah
Memaafkan atau memelas
Mencintai atau membenci
Bersyukur atau mengeluh
Berharap atau berputus asa
Tidak ada pilihan yang tanpa konsekuensi
Namun Allah selalu memberi yang terbaik
Rencana kita boleh indah
Tapi rencana Allah lah yang terindah
Hidup kita mungkin baik-baik saja
Tapi hidup bersama-Nya lebih sempurna

Sumber: dari pesan singkat :)
 

Blog Template by BloggerCandy.com