Page

Tuesday, January 22, 2013

Beberapa Istilah dalam Ekonomi Syariah

  • Akad : 'Aqd, transaksi; dalam fiqih didefinisikan dengan "irtibath ijab bi qabulin 'ala wajhin masyru yatsbutu atsaruhu fi mahallihi', yakni pertalian ijab dengan qabul menurut cara-cara yang di syariatkan yang berpengaruh terhadap objeknya. akad juga dapat diartikan sebagai kontrak antara dua pihak atau lebih yang bersifat mengikat masing-masing pihak yang terlibat termasuk pengenaan sanksi manakala terjadi wanprestasi atas kesepakatan yang di sepakati.
  • Bagi Hasil : pembagian atas pendapatan atau keuntungan yang diperoleh dari aktivitas usaha yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih. bagi hasil tidak sama dengan riba, karena bagi hasil itu muncul dari transaksi investasi dan perhitungannya didasarkan pada hasil usaha yang besarnya tidak diperjanjikan di muka.
  • Bank Syariah : bank yang kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip syariah (hukum islam)
  • Ghanimah : harta rampasan yang diperoleh melalui peperangan; dapat berupa peralatan perang, ataupun tanah kekuasaan.
  • Hisbah : sistem untuk memerintahkan yang baik dan adil jika kebaikan dan keadilan secara nyata dilanggar atau tidak dihormati, selain itu lembaga ini juga melarang kemungkaran dan ketidakadilan ketika hal tersebut secara nyata sedang dilakukan. terkait dengan mencegah terjadinya kemungkaran, salah satu wewenang lembaga hisbah adalah pencegahan penipuan di pasar, seperti kecurangan dalam timbangan, ukuran maupun pencegahan penjualan barang yang rusak serta tindakan -tindakan yang merusak moral.
  • Ibtikar  : menumpuk dan menyimpan barang dalam masa tertentu, dengan tujuan agar harganya suatu saat menjadi naik dan keuntungan besar pun diperoleh.
  • Ijab : pernyataan pihak pertama dalam suatu akad yang menunjukkan kehendaknya untuk melakukan akad.
  • Ijarah : akad pemindahan hak guna atau manfaat atas barang atau jasa, melalui upah sewa tanpa diikuti pemindahan hak kepemilikan atas barang itu sendiri.
  • Istishna' : salah satu pengembangan prinsip ba'i as-salam, dimana pengiriman barang dilakukan dikemudian hari sementara pembayaran dapat dilakukan melalui cicilan atau ditangguhkan. Karena ba'i al-istishna' merupakan jenis khusus dari ba'i as-salam, maka ketentuan dan landasan hukum syariah ba'i al-istishna' mengikuti ketentuan dan landasan hukum syariah ba'i as-salam.
  • Jizyah : pajak yang dibayarkan oleh kalangan non muslim sebagai kompensasi atas sosial ekonomi, layanan kesejahteraan serta jaminan keamanan.
  • Kharaj : pajak atas tanah (land tax). kharaj ditentukan berdasarkan tingkat produktivitas tanah (land productivity).
  • Maqashid Syariah : tujuan-tujuan syariah adalah memenuhi lima kebutuhan pokok dalam menunjang kesejahteraan manusia yang terletak pada pemeliharaan agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan.
  • Mudharabah : akad kerjasama suatu usaha antara dua pihak di mana pihak pertama (malik, shahib al-maal, LKS) menyediakan seluruh modal, sedang pihak kedua ('amil, mudharib, nasabah) bertindak selaku pengelola, dan keuntungan usaha dibagi di antara mereka sesuai kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak. dan jika terjadi kerugian maka seluruhnya ditanggung oleh shahib al maal, kecuali jika terjadi karena faktor default dari mudharib.
  • Murabahah : prinsip ba'i (jual beli) suatu barang tertentu antara pihak penjual dan pembeli di mana harga jualnya terdiri dari harga pokok ditambah nilai keuntungan (ribbun) yang disepakati. pada murabahah, penyerahan barang dilakukan pada saat transaksi sementara pembayarannya dilakukan secara tunai, tangguh ataupun dicicil.
  • Musyarakah : akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu, di mana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana (modal) dengan ketentuan bahwa keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan.
  • Muzara'ah : akad kerjasama atau percampuran pengolahan pertanian antara pemilik lahan dengan penggarap dengan sistem bagi hasil atas dasar hasil panen.
  • Profit Sharing : prinsip bagi untung hasil usaha di antara para pihak (mitra) dalam suatu bentuk usaha kerjasama yang dihitung dari pendapatan setelah dikurangi biaya pengelolaan dana atau dapat disebut sebagai sistem bagi hasil yang basis perhitungannya adalah dari profit yang diterima.
  • Qabul : menerima.
source :"an Introduction to THE SHARIA ECONOMIC" by Mohamad Hidayat, MBA.
           
 

Blog Template by BloggerCandy.com