Page

Sunday, February 3, 2013

Definisi Ilmu Ekonomi Islam

  Berikut definisi Ekonomi Islam menurut para pakar Ekonomi Islam terkemuka:

1. M. Akram Khan
"Islamic economics aims to the study of human falah (well-being) achieved by organizing the resources of the earth on the basic of cooperation and participation."
"Ilmu ekonomi islam bertujuan untuk melakukan kajian tentang kebahagiaan hidup manusia (human falah) yang dicapai dengan mengorganisasikan sumberdaya alam atas dasar gotong royong dan partisipasi."

2. Prof. Dr. Muhammad Abdul Mannan
 Dalam buku Islamic Economics, Theory and Practice, mengatakan,
"Islamic Economics is Social science which studies the economics problems of a people imbued with the value of Islam."
"Ilmu ekonomi islam adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi masyarakat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam."

3. Prof. Dr. M. Umer Chapra
"Islamic economics was defined as that branch of knowledge which helps realize human well-being through an allocation and distribution of scare resources that is in conformity with Islamics teachings without unduly curbing individual freedom or creating continued macroeconomic and ecological imbalances."
"Ekonomi Islam didefinisikan sebagai sebuah pengetahuan yang membantu upaya realisasi kebahagiaan manusia melalui alokasi dan distribusi sumber daya yang terbatas yang berada dalam koridor yang mengacu dalam pengajaran Islam tanpa memberikan kebebasan individu (laissez faire) atau tanpa perilaku makro ekonomi yang berkesinambungan dan tanpa ketidakseimbangan lingkungan."

4. Prof. Dr. Khursyid Ahmad, pakar ekonomi Pakistan
"Islamic economics is a systematic effort to thy to understand the economics problem and man's behaviour in relation to that problem from an Islamic perspective."
"Ilmu ekonomi Islam adalah sebuah usaha sistematis untuk memahami masalah-masalah ekonomi dan tingkah laku manusia secara relasional dalam perspektif Islam."

5. Prof. Dr. Muhammad Nejatullah ash-Shiddiqi 
"Islamic economics is the Muslim thinker's response to the economic challenges of their time.In this endavour they were aided by the Qur'an and the sunnah as well as by reason and experience."
"Ilmu ekonomi Islam adalah respons pemikir Muslim terhadap tantangan ekonomi pada masa tertentu. Dalam usaha keras ini mereka dibantu oleh Al-Qur'an dan sunnah, akal (ijtihad dan pengalaman).

6. Hasanuzzaman, seorang Bankir Pakistan,
Dalam artikelnya Definition of Islamic Economics mengatakan,
"Islamic economics is the knowledge and application of injunction and rules of he syariah that prevent injusstice in the acquistition and disposal of material resources order to provide satisfication to human and them to perform their obligations to Allah and the society."
"Ilmu ekonomi Islam adalah pengetahuan dan penerapan perintah-perintah (injunction) dan tata cara  (rule) yang ditetapkan oleh yang ketidakadilan dalam penggalian penggunaan sumber daya material guna kebutuhan manusia, yang memungkinkan mereka melaksanakan kewajibannya kepada Allah dan masyarakat."

7. Syed Nawab Haider Naqvi 
"Islamic economics is the respresentative Muslim's behaviour in a typical Muslim society."
"Ilmu ekonomi Islam adalah representasi perilaku umat Islam dalam masyarakat Muslim."

8. Dr. Munawar Iqbal
sebagaimana dikutip dalam sebuah disiplin ilmu yang mempunyai akar dalam syariat Islam. Islam memandang wahyu sebagai sumber ilmu pengetahuan yang paling utama. Prinsip-prinsip dasar yang dicantumkan dalam Al-Qur'an dan hadits adalah batu ujian untuk menilai teori-teori ekonomi modern dan untuk mengembangkan teori-teori baru berdasarkan doktrin ekonomi Islam. Dalam hal ini, sebuah himpunan hadits merupakan sebuah buku sumber yang sangat berguna."

9. Prof. Dr. Ziauddin Ahmad, ekonom Pakistan
Merumuskan bahwa ekonomi Islam pada hakikatnya adalah upaya pengalokasiansumber-sumber daya untuk memproduksi barrang dan jasa sesuai petunjuk Allah SWT untuk memperoleh ridha-Nya.

Dari beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa Ekonomi Islam itu mempelajari aktivitas atau perilaku manusia secara aktual dan empiris; baik dalam produksi, distribusi maupun konsumsi berlandaskan syariah Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan sunnah dengan tujuan untuk mencapai kebahagiaan duniawi dan ukhrawi.

 source : "an Introduction THE SHARIA ECONOMIC" (Mohamad Hidayat, MBA)


semoga bermanfaat :)

0 comments:

Post a Comment

 

Blog Template by BloggerCandy.com