Page

Saturday, March 30, 2013

Sejarah Ekonomi Dunia


A. Pemikiran Ekonomi Pra-Klasik 
1. Zaman Yunani Kuno
Menurut catatan sejarah, bangsa Yunani Kuno yang mempunyai peradaban tinggi melarang keras peminjaman uang dengan bunga. Socrates dan Aristoteles menilai sistem bunga merupakan sesuatu yang tercela dan tidak adil. Mereka melarang riba/bunga atas pinjaman modal pinjaman karena uang dinyatakan sebagai "ayam betina yang tidak bertelur", sekeping mata uang tidak bisa beranak kepingan uang lain.

Sementara itu, Plato dalam bukunya "Laws" mengutuk bunga dan memandangnya sebagai praktek yang zalim. Plato juga dapat dikatakan sebagai orang pertama yang sangat mengecam kekayaan dan kemewahan.  

Aristoteles (384-322 SM) merupakan salah seorang murid Plato yang terkenal. Kontribusi Aristoteles yang paling besar terhadap ilmu ekonomi ialah pemikirannya tentang pertukaran barang dan kegunaan uang. Aristoteles juga menolak kehadiran pinjam meminjam dengan bunga. Uang hanya alat tukar semata.  

Suatu hal yang patut dicatat dari masa Yunani Kuno adalah bahwa orang sudah mengenal paham hedonisme, yang dapat dikatakan sebagai cikal bakal paham matrelinealistik yang dikembangkan di Eropa pada abad ke-17 dan ke-18.


2. Zaman Romawi
Romawi dikenal dengan kekuasaan dan tentara yang besar, Romawi lebih concern pada kekuatan militer dengan penaklukan-penaklukannya dibanding dengan Yunani yang lebih banyak melahirkan Filosof.

Pendapatan lebih banyak dititikberatkan pada pajak, kredit, menambah kekayaan pemilik tanah saat perang dan rekonstruksi. Hukum Romawi menjadi inspirasi praktek hukum di barat dan lebih absolute dalam perlindungan terhadap hak milik dan kontrak. 
Romawi juga melarang keras setiap pungutan atas bunga dan pada perkembangan berikutnya mereka membatasi besarnya suku bunga melalui undang-undang. Romawi adalah negara pertama yang menerapkan peraturan tentang bunga untuk melindungi para konsumen.

3. Pemikiran Kaum Skolastik
Abad ke-15 terjadi revolusi industri dan lahirnya pemikiran ekonomi dari kaum skolastik. Ciri utama dari aliran pemikiran ekonomi Skolastik adalah kuatnya hubungan antara ekonomi dengan masalah etis serta besarnya perhatian pada masalah keadilan. Hal ini, tidak lain karena ajaran-ajaran skolastik mendapat pengaruh yang sangat kuat dari ajaran gereja.

Tokoh utama dari aliran skolastik adalah St. Albertus Magnus (1206-1280) dan St. Thomas Aquinas (1225-1274). Albertus Magnus adalah seorang filsuf religius dar Jerman. Salah satu pemikirannya yang terkenal adalah pendapatnya tentang harga yang adil dan pantas (just price) yaitu harga yang sama besarnya dengan biaya-biaya dan tenaga untuk menciptakan barang tersebut. Sedangkan Thomas Aquinas adalah seorang teolog dan filsuf Italia, ia juga sangat mengutuk bunga dan memvonisnya sebagai riba serta orang yang memperanakkan uang disebut dosa. Dalam bukunya Summa Theologica, Aquinas menjelaskan bahwa memungut bunga dari uang yang dipinjamkan adalah tidak adil, sebab ini sama artinya dengan menjual sesuatu yang tidak ada. Bunga atas uang yang dipinjamkan adalah sesuatu yang bersifat abstrak.

Pandangan Thomas Aquinas mirip dengan pandangan Aristoteles yang juga mengutuk bunga sebab dengan bunga orang memperoleh keuntungan tanpa usaha dan biaya. Hal ini juga sepaham dengan ajaran Islam yang melarang pengambilan riba oleh seseorang. Namun sayang, baik pandangan Aristoteles, maupun pandangan Thomas Aquinas tidak dipakai lagi dalam ekonomi konvensional modern.

4. Masa Merkantilisme
Dimulai pada abad ke-17 dengan adanya perkembangan organisasi kegiatan ekonomi dan masyarakat. Merkantilisme adalah suatu teori ekonomi yang menyatakan bahwa kesejahteraan suatu negara hanya ditentukan oleh banyaknya aset atau modal yang disimpan oleh negara yang bersangkutan, dan bahwa besarnya volume perdagangan global sangat penting. Cirinya adalah mengedepankan surplus perdagangan, meningkatkan ekspor dan mengontrol impor agar neraca perdagangan dengan negara lain selalu positif. Negara juga harus melakukan perlindungan terhadap perekonomiannya. Pada masa ini mulai lahir sistem Kapitalisme serta terjadinya peperangan dalam rangka menjaga perekonomian negara.

5. Mazhab Fisiokratis
Fisiokratis beranggapan bahwa sumber kekayaan adalah sumber daya alam.Tokoh utamanya adalah Francis Quesnay (1694-1774). mereka percaya akan hukum alam yang penuh dengan keselarasan dan keharmonisan, ini berlaku kapan saja, dimana saja dan dalam situasi apapun.

B. Pemikiran Ekonomi Klasik

1. Adam Smith (1723 -1790)
Hakikat Manusia:
- Manusia sebagai makhluk sosial tidak suka hidup individualistik.
- Manusia makhluk rasional dan memiliki kebebasan, akalnya bisa membedakan yang baik dan yang buruk.
- Sikap egoisme dan rakus manusia akan memacu pertumbuhan ekonomi dan pembangunan secara keseluruhan.

         2. Thomas Robert Malthus (1766-1834)
- Populasi yang bertambah akan menurunkan keuntungan, dan akan menambah jumlah pengangguran yang menyebabkan ekonomi dalam kesulitan.
- Menentang perdagangan bebas dan bantuan pemerintah terhadap pihak miskin.
- Ilmu ekonomi harus bedasar pada empiris.
- Laba harus kembali ke kapitalis (pemodal), karena dia penyedia peralatan dan modal.

3. David Ricardo (1772-1823)
- Teori tentang nilai dan harga barang dan yang berkaitan tentang itu
- Teori tentang distribusi pendapatan sebagai pembagian hasil dari seluruh produksi dan  disajikan sebagai teori upah, sewa tanah, bunga dan laba (teori sewa diferensial)
- Teori tentang perdagangan internasional (comparative advantage) 
- Teori tentang akumulasi dan perkembangan ekonomi
4. Mazhab Sosialis / Komunis

- Muncul karena reaksi terhadap sistem kapitalis yang hanya menguntungkan segelintir orangkaum borjuis (bangsawan). 
- Sosialis pada awalnya ditujukan kepada sistem pemilikan dan pemanfaatan sumber produksi secara kolektif.
- Tokoh : Sir Thomas More(1478-1535) dengan idenya sebuah "negara impian", Karl Heindrich Marx, Jerman (1818-1883) Marxisme. Vladimir Illich Lenin, Rusia (1870-1924) Leninisme.

Source :
  • Perkuliahan Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam
  • "Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam : Dari Masa Klasik Hingga Kontemporer" oleh DR Euis Amalia, M.Ag

Regards, 
Rima Annisa Putri




0 comments:

Post a Comment

 

Blog Template by BloggerCandy.com