Page

Wednesday, November 12, 2014

Selamat Hari Ayah, Pa


Setiap kali saya bertanya kabar dengan papa (via telepon atau pesan singkat)
Saya: Pa, sehat? Gimana kabarnya?
Papa: Alhamdulillah sehat nak, Ca gimana?
Saya: Lelah pa, ada ini lah ada itu lah.. (dengan segala curhatan saya)

Seringkali saya menumpahkan keluh kesah kepada seorang lelaki tegar ini. Lelaki luar biasa yang bahkan saya tidak pernah mendengar keluh kesahnya. Ya, yang menumpahkan keluh kesah justru saya, seolah-olah beban saya sangatlah berat. Padahal, sebagai kepala keluarga pastilah beban beliau lebih berat dengan tanggung jawab yang besar. 

Pa, terima kasih telah menjadi ayah yang luar biasa.
Selamat hari ayah, pa 
Aku merindukanmu.

Bogor, 12 November 2014

Saya dan papa di tahun 1999

10 comments:

Alaika Abdullah said...

Sosok Ayah memang luar biasa ya, Mba? Tegar memanggul tanggung jawab yang dibebankan kepadanya, tanpa keluh kesah. :)

Sukses ya, semoga menang!

Rima Annisa Putri said...

Iya bener banget mba :) Terima kasih sudah berkunjung :D

hardivizon said...

Ayah selalu ada untuk putri tercintanya, apapun kondisinya..

Terima kasih untuk partisipasinya ya Mbak Rima

Rima Annisa Putri said...

Setuju :)
sama-sama pak :D

Abdul Cholik said...

Tugas ayah memang menjadi Komandan dalam rumah tangga.
Itulah sebabnya beliau harus ngejoss
Salam hagat dari Surabaya

Adi Pradana said...

Wah dah lama sekali ya fotonya diambil, Tahun 1999... semangaaat

Rima Annisa Putri said...

Hehe, iyaa foto jadul :D

nh18 said...

Salah satu Juri datang membawa lembar penilaian.

Semoga sukses

Salam saya
@nh18

Abdul Cholik said...

Jangan lupa ikut kontesku tentang Ibu dalam rangka menyambut Hari Ibu
Salam hangat dari Surabaya

Rima Annisa Putri said...

Hehe, insyaAllah pak de :D

Post a Comment

 

Blog Template by BloggerCandy.com